WOW!! Pengendara Di Kota Ini Harus Berbagi Jalan Dengan Pesawat Terbang
Seringkali di dalam perjalanan kita berhenti di perlintasan karena ada kereta api lewat. Akan tetapi pernahkah anda membayangkan saat berkendara di tengah kota tiba-tiba harus berhenti karena ada pesawat akan lepas landas.
Jika tidak anda bisa datang ke Gilbraltar yang berada di Semenanjung Iberia dan merupakan bagian dari wilayah luar negeri Inggris. Landasan di Gibraltar unik karena kedua ujung landasan pacu itu keduanya berdekatan dengan laut.
Disisi lain landasan berbagi dengan jalan raya di pusat kota.
Bandara ini awalnya dibangun pada Perang Dunia ke-2 dan dibuka pada tahun 1939 hanya digunakan sebagai lapangan terbang darurat untuk Royal Navy.
Namun akhirnya dikembangkan hingga memungkinkan pesawat besar mendarat di Bandara sipil yang melayani penerbangan ke Inggris dari Gibraltar atau sebaliknya,
Wilayahnya yang sempit di sebuah semenanjung kecil dengan luas hanya 6,8 kilometer persegi.
Mau tak mau memaksa landasan pacu pesawat berbagi dengan jalan raya Winston Churchill Avenue yang mengarah ke perbatasan darat dengan Spanyol.
Seperti perlintasan kereta api di Indonesia, saat pesawat akan lepas landas, palang pintu sederhana tertutup saat ada pesawat mendarat atau lepas landas.
Untungnya bukan bandara sibuk, hanya ada 30 penerbangan seminggu. Jika pesawat bersiap, Mobil menunggu dengan sabar di seberang landasan pacu di Bandara Gibraltar.
Bandara lain yang serupa dengan Bandara Gibraltar yaitu Bandara Leipzig atau Halle, kadang-kadang disebut Schkeuditz Airport, terletak di Schkeuditz, Jerman.
Leipzig juga menggunakan landasan khusus yang dibangun di atas jalan tol mobil dan berdekatan dengan kereta api. Untuk itu, dibuatlah landasan pacu tanpa mempengaruhi kendaraan lalu lintas di jalan tol A14 dan lalu lintas kereta api.
Dibangunlah tiga jembatan di atas jalan tol dan rel agar landasan pacu paralel bisa memenuhi standar yang disebut Jembatan 'taxiway'.
Pesawat akan berada di taxiway ini pada saat lepas landas dan mendarat.






