Penting!! Posisi Membonceng Dan Berkendara Bagi Wanita Berhijab Agar Tidak Celaka


Kondisi jalanan di kota-kota besar yang seringkali macet, membuat banyak orang melirik motor sebagai alat transportasi andalan. Tak terkecuali para perempuan berhijab alias hijabers. Banyak hijabers yang memilih bermotor ria untuk mengantar anak sekolah, ke pasar, atau untuk beraktivitas sehari-hari. Jadi memang hijab enggak menghalangi seseorang beraktivitas ya, termasuk mengendarai motor. Tapi, memang ada beberapa hal yang harus Emak hijabers perhatikan ketika mengendarai motor. Supaya tetap aman dan nyaman hingga sampai tujuan. Mau tahu? Lanjut yuk!

Tips Untuk Pengendara Berhijab

1. Gunakan model hijab yang sederhana
Menggunakan hijab bermodel simpel akan membuat pengendara lebih nyaman dan aman saat menggunakan helm. Simpel maksudnya nggak banyak pernak-pernik. Jika memakai kerudung panjang, pastikan bagian bawah kerudung sudah terduduki dengan baik.

2. Hindari pemakaian bros, hiasan bandana, atau jepit rambut ketika mau pakai helm. Jika memang harus mengenakan aksesori tersebut, sematkan ke bagian dada dulu. Baru dipindahkan setelah turun dari motor. Perlu diketahui, mengenakan aksesoris di kepala selama mengenakan helm bisa menyebabkan kulit kepala terluka akibat tekanan helm, loh. .

3. Hindari memakai inner yang berbentuk ciput topi yang terlalu mancung ke depan. Agar tidak mengganggu pandangan mata pengendara, dan helm bisa terpasang dengan sempurna. Eh tapi sebaiknya tetap memakai daleman kerudung ya. Untuk menjaga agar hijab tidak mudah bergeser, sehingga mengganggu konsentrasi saat mengendarai motor.

4. Pakailah helm yang berukuran tepat, nggak terlalu sempit atau terlalu longgar. Pilih helm yang dilengkapi kaca penutup wajah atau fullface, agar mata enggak kemasukan debu.

5. Pakailah jaket untuk melindungi tubuh dari terpaan angin dan dinginnya udara. Akan lebih baik lagi, jika pengendara mengenakan jaket yang memiliki pelindung siku. Jika jaket itu tahan air dan tidak tembus angin malah lebih recommended lagi, seperti jaket kulit atau parasut.

6. Jangan lupa memakai sarung tangan, untuk menghindari lecet, kotoran, dan teriknya matahari.

7. Hindarilah penggunaan sepatu berhak tinggi saat mengendarai motor. Sebaiknya sih, pilihlah sepatu yang beralas datar atau tidak berhak. Tapi, kalau memang harus memakai sepatu hak tinggi, simpan dulu sepatunya. Lalu dipakai setelah sampai di lokasi tujuan.

8. Gunakan celana panjang, meski hijabers sudah memakai rok panjang atau gamis. Celana panjang sangat bermanfaat untuk mengurangi gesekan dengan aspal jika terjatuh. Dan ketika rok atau gamis tersingkap, aurat enggak langsung terlihat.

9. Jangan lupa pakai kaos kaki ya, Mak! Selain berfungsi untuk menutup aurat bagi muslimah, kaos kaki juga bisa melindungi kulit kaki dari sengatan sinar matahari.

10.Taati peraturan lalu lintas yang berlaku. Ini yang paling penting. Nggak keren kan, kalau kita sudah berhijab rapi, tapi masih suka melanggar peraturan lalu lintas. Apa kata dunia?.

11. Dan jangan biasakan menjawab telpon atau mengirim SMS sambil berkendara. Bahaya! Karena akan mengganggu konsentrasi saat mengendarai motor. Jika ada yang penting, sebaiknya  turun dulu dari motor untuk sekedar menjawab telepon atau membalas SMS.

12. Terakhir dan yang paling penting adalah perhatikan kondisi motor anda, baik sebelum berkendara maupun pada saat di atas motor. Cek kelengkapan kendaraan, tekanan ban, dan gunakan lampu sein saat membelok sesuai arah belok, jangan belok kiri tapi sein nya ke kanan, hehehe.....

Banyak motorist mengabaikan prinsip ideal membonceng wanita. Walau prinsipnya mirip membonceng pria, kodrat kewanitaan butuh perhatian khusus. Posisi membonceng yang salah, malah mengganggu pengendara.


Tips Untuk Pembonceng Berhijab

Berikut tips yang bisa menjadi panduan rasa nyaman serta aman membonceng wanita.

1. Posisi Ngangkang
Posisi ini memungkinkan pembonceng dan yang membonceng memiliki fleksibilitas dan gerakan kompak. Jarak antara pengendara dan pembonceng jangan terlalu jauh.
Usahakan agar pembonceng selalu mengikuti gerakan badan yang dilakukan pengendara yang memboncengnya.

2. Duduk Sejajar
Posisi tubuh pembonceng sebaiknya sejajar dengan pengendara guna mengeliminir terpaan angin. Posisi melintang (menghadap kiri, seperti biasa dilakukan) tidak disarankan sebab berbahaya, kecuali si wanita memakai rok. Selain motor tak seimbang, pembonceng tak siap bila 
terjadi hal mendadak.
Untuk skuter, posisi membonceng melintang menjadi pilihan pas. Kontur bodi skuter menyulitkan wanita membonceng sejajar dengan pengendara. Posisikan tangan pembonceng bertumpu pada satu titik atau berpegangan pada handel / behel besi di buritan motor. Bisa juga tangan bertumpu di lutut.

3. Pegang Pinggang
Agar bisa menyelaraskan gerakan dengan pengendara dan motor, pada posisi sejajar kedua tangan memegang pinggang pengendara. Posisikan kaki pemboceng menjejak sempurna pada footstep. Kombinasikan dengan alas kaki memadai.

4. Jangan Pegang Handel
Karena malu atau mungkin menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, para boncenger alias pembonceng wanita lebih memilih memegang handel / behel buritan motor ketimbang badan si pengendara, saat duduk sejajar.
Hal ini justru akan berakibat fatal jika si pengendara menyalip, menikung atau tergoncang akibat lubang di jalan, karena boncenger rentan untuk terlempar.

5. Rapatkan Lutut
Usahakan agar posisi lutut boncenger mengikuti posisi lutut si pengendara, tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan dan pergerakan titik berat keduanya agar seirama dengan pergerakan motor.

6. Jangan Melawan Arah
Saat menikung tajam, jangan sekali-kali melawan arah kemiringan, terlebih pada kecepatan tinggi. Pasalnya ketika arah tikungan berubah sebaliknya, kondisi boncenger yang melawan arah kemiringan tadi dapat mengganggu pengendara dalam mengendalikan motor.

7. Melaju Wajar
Pengendara dianjurkan menjaga kecepatan ideal. Bila hendak menaikkan kecepatan, sebaiknya beritahu pembonceng sebagai antisipasi agart tidak kaget. Hentakan gas yang tiba-tiba seringkali mengagetkan pembonceng yang tak biasa dibonceng.

8. Memakai Celana Panjang
Ada baiknya bagi wanita yang ingin dibonceng dianjurkan untuk mengenakan celana panjang, terutama jika posisi duduk sejajar. Posisi duduk bocenger yang di belakang akan lebih dekat ke roda dan rantai, maka hindari menggunakan celana yang berumbai atau rok lebar yang berpotensi tersangkut kedalam roda atau rantai.

9. Sesuaikan Pakaian
Penggemar motor besar semacar Harley-Davidson atau touring, utamakan memakai celana jeans, jaket kulit dan sepatu boots tinggi untuk menghalangi hawa panas mesin. Kalau terpaksa memakai busana resmi, seperti kebaya atau gaun malam, gunakan jaket atau mantel tipis untuk menutupi. Maksudnya, agar tidak berantakan terkena tiupan angin.

10. Barang Bawaan
Bila yang dibonceng membawa tas atau bawaan lainnya, sebaiknya dijepit di antara pengemudi dan yang dibonceng. Bila bocenger membawa tas ransel, sebaiknya tidak diisi dengan benda-benda yang memberatkan, karena dapat juga mengurangi keseimbangan.
Apalagi bila ditambah dengan muatan barang bawaan dibelakang. Hal ini juga untuk menghindari tindak kejahatan seperti penjambretan.

11.Maksimal 2 Orang
Hindari berboncengan lebih dari 2 orang, karena beban yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan si pengendara motor dan rentan terjatuh saat di tikungan.

13. Sikap Berkendara
Jangan sekali-sekali mengobrol ketika motor dalam kecepatan tinggi atau menikung tajam. Jika dalam keadaan macet, jangan memaksa untuk meliuk-liukkan badan. Cukup motornya saja yang meliuk. Perhatikan juga keselamatan orang lain, karena perilaku sopan di jalan menentukan keselamatan bersama.

Nah, tips-tips di atas bisa dipraktekan. Ingat, keluarga menunggu anda kembali ke rumah dengan selamat. Jadi, lebih baik berhati-hati selama di jalan.

Postingan populer dari blog ini

WOW! Bus Tingkat Wisata Berkonsep Unik Siap Manjakan Wisatawan

Unik! Cara Orang Ini Parkir Mobilnya Di Depan Rumah Tuai Pujian Dan Menginspirasi Puluhan Ribu Netizen