Angkot Ber AC Pertama Di Bekasi Resmi Beroperasi
Angkot AC K02 (Foto: Dok.Kemenhub)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi meluncurkan angkutan kota (angkot) dengan fasilitas pendingin udara (AC), Senin (15/5). Peluncuran angkot be-AC K-02 jurusan Pondokgede-Terminal Bekasi ini, dilakukan di Kantor Wali Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.
"Angkot ber-AC ini merupakan satu-satunya angkot yang dilengkapi dengan fasilitas pendingin di Kota Bekasi. Mudah-mudahan peluncuran angkot ini dapat berdampak positif terhadap bisnis angkot dan menjalar ke daerah lainnya," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Pudji Hartanto, di Kota Bekasi, Senin (15/5).
Dia menjelaskan, peluncuran ini merupakan hal yang bersejarah karena telah memberikan kesempatan untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat.
"Ini hal yang bersejarah, Allah memberikan kesempatan untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan angkot ber-AC, satu-satunya di Kota Bekasi," katanya.
Dia menjelaskan, latar belakang peluncuran angkot ber-AC ini karena untuk mengimbangi maraknya angkutan umum berbasis online atau taksi online yang tidak bisa dibendung.
"Kita spontan imbangi taksi online yang telah difasilitasi dengan AC, dengan taksi konvensional atau angkutan kota. Sisi teknologi, kita tak bisa menghambat atau melarang pemanfaatan angkutan online. Kita hanya bisa mengatur taksi online melaksanakan aktivitasnya. Angkot dari dulu pelayanannya gitu-gitu aja, ngetem lama, panas, enggak nyaman. Kita coba menghilangkan itu, dengan peluncuran angkot ber-AC," imbuhnya.
Selain itu, kata Pudji, peluncuran ini merupakan sosialisasi terhadap Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 tahun 2015, yang menyebutkan, angkutan perkotaan memiliki minimum memiliki AC hingga pada 2018 mendatang. "Pastinya ada penyesuaian tarif angkot," ucapnya.
Pemerintah Kota Bekasi yang diwakili Asisten Daerah (Asda) III, Dadang Hidayat, menyambut positif peluncuran angkot ber-AC ini.
"Peluncuran angkot ber-AC ini, berharap berdampak positif terhadap bisnis angkot di Kota Bekasi," kata Dadang Hidayat.
Saat peluncuran, tampak Toyota Kijang 2005 yang ditelah difasilitasi dengan AC, layar televisi, serta audio DVD. Angkot K-02 jurusan Podokgede-Terminal Induk Kota Bekasi, milik pengusaha angkot bernama Haiva Rosi (47). Baru satu armada saja yang akan beroperasi di Kota Bekasi dan diharapkan makin bertambah armada angkot ber-AC yang lainnya.
Tahun 2018 Semua Angkot Di Bekasi Sudah Memakai AC
Pemerintah Kota Bekasi tengah mensosialisasi pengoperasian angkot yang dilengkapi dengan penyejuk udara atau air conditioner (AC). Diharapkan pada 2018, semua angkot di Bekasi sudah menggunakan AC. "Ini bagian dari pelayanan kepada masyarakat," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana, Senin, 15 Mei 2017.
Menurut Yayan, angkutan umum ber-AC termaktub dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2015. Penyejuk udara itu dipakai untuk membuat penumpang nyaman menggunakan angkutan umum dan meninggalkan kendaraan pribadi. Dengan begitu, ucap Yayan, kepadatan lalu lintas akibat penggunaan kendaraan pribadi dapat ditekan.
Yayan berujar, saat ini, angkot K-02 rute Terminal Bekasi-Pondok Gede sedang diuji coba menggunakan AC. Dana pemasangan alat diperoleh dari Kementerian Perhubungan. "Untuk tarif, nanti menyesuaikan. Kami ingin semua angkot dilengkapi AC," tutur Yayan.
Haifa Rosi, 47 tahun, pemilik angkot, mengatakan mendapatkan bantuan modal dari Kementerian Perhubungan sebesar Rp 15 juta. Dana tersebut dipakai untuk pemasangan AC pada angkot miliknya. "Sejak sebulan lalu pemasangannya," ucapnya.
Menurut Haifa, dengan adanya AC, setoran angkot akan dinaikkan, dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu sehari. Sebab, dengan fasilitas tersebut, otomatis biaya perawatan akan naik. "Belum pernah diuji coba. Setelah ini, kemungkinan langsung dioperasikan," ujar Haifa.
Kota Bekasi Sebagai Pelopor Angkot Berpendingin Udara
Kota Bekasi kini menjadi pelopor angkutan kota berpendingin udara (air conditioner/AC). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun mengapresiasi langkah Kota Bekasi ini.
Proyek percontohan angkot ber-AC di Kota Bekasi yang diluncurkan hari Senin (15/5) ini adalah satu unit angkot trayek 02 rute Pondok Gede-Bekasi. Nantinya, angkot ber-AC ini akan diaplikasikan pada semua angkot.
"Kami sangat mengapresiasi usaha yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi bekerja sama dengan perusahaan angkutan yang berada di Kota Bekasi dalam memenuhi ketentuan operasional angkutan umum dengan meluncurkan angkutan perkotaan (angkot) ber-AC untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kota Bekasi akan pelayanan angkutan perkotaan yang memenuhi standar pelayanan minimal," jelas Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto.
Kota Bekasi Mulai Luncurkan Angkot Ber-AC di Bekasi (Foto: dok. Kemenhub)
Hal itu disampaikan Pudji dalam peluncuran angkot ber-AC di Kota Bekasi dalam rilis yang diterima hari ini. Acara peluncuran pilot project angkutan perkotaan ber-AC ini dihadiri pula oleh Direktur Angkutan dan Multimoda Kemenhub RI Cucu Mulyana, Asisten Daerah III Wali Kota Bekasi Dadang Hidayat, Kadishub Kota Bekasi Yayan Yuliana, dan Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi Harun Al Rasyid.
Pudji menambahkan perkembangan usaha angkutan umum dapat dilihat dari pergeseran pola pengeluaran masyarakat saat ini, yaitu dari ability to pay (ATP) menjadi willingness to pay, yang artinya masyarakat lebih mempertimbangkan pelayanan daripada biaya yang dikeluarkan.
"Perubahan tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat akan komitmen pelayanan perusahaan angkutan umum yang memenuhi standar pelayanan minimal yang meliputi keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan keteraturan sebagaimana arahan Menteri Perhubungan yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29 Tahun 2015," ujar Pudji.
Pudji juga menjelaskan bahwa dalam PM 29 Tahun 2015 itu disebutkan paling lambat pada tahun 2018 seluruh angkutan umum wajib menggunakan AC dengan temperatur 20-25 derajat Celsius.
Dengan diluncurkan angkot ber-AC di Kota Bekasi, diharapkan akan terjadi pergeseran menggunakan angkutan umum yang pada akhirnya akan dapat mengurangi kemacetan dan menurunkan tingkat polusi udara di wilayah Kota Bekasi pada khususnya.
"Semoga melalui kegiatan peluncuran angkot ber-AC di Kota Bekasi ini dapat memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh pemerintah daerah lainnya untuk meningkatkan pelayanan angkutan umum kepada masyarakat, serta menjadi pelopor dalam pembinaan angkutan umum di Indonesia," tutupnya.
Harapan Dari Diluncurkannya Angkot Ber AC
Haiva Rosi bersama Perwakilan dari Kemenhub Dan Pemkot Bekasi (Foto: Dok.Kemenhub)
Pemilik angkot 02 jurusan Pondok Gede -Terminal Bekasi bernama Haiva Rosi. Haiva merupakan pemilik angkot ber-AC pertama di Kota Bekasi yang baru diresmikan siang tadi, di Pemkot Bekasi.
Menurut Haiva, biaya modifikasi angkot miliknya ditanggung Dirjen Transportasi Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar sebesar Rp 15 juta.
Dia menceritakan hingga akhirnya angkot miliknya itu dipilih sebagai percontohan angkot ber-AC pertama di Kota Bekasi. Awalnya kata Rosi, ide menjadikan angkot ber-AC dimulai ketika dia bersama rekan-rekan pengusaha angkot melakukan pertemuan dengan Dirjen Transportasi Darat Kementerian Perhubungan di sebuah restoran yang terletak, Summarecon, Bekasi.
Pertemuan tersebut terkait keberadaan transportasi online yang mulai menggilas pendapatan pengusaha angkot. Di sana Rosi diminta menceritakan keluhannya. Sehingga, ia mengutarakan bagaimana pendapatannya menurun drastis semenjak adanya transportasi online.
Lalu kata Rosi, Dirjen Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto Iskandar menawarkan pemasangan AC di angkot miliknya. Tujuannya tak lain agar dapat bersaing dengan transportasi online dari segi fasilitas yang nyaman bagi penumpang.
"’Bagaimana kalau angkot ibu saya pasang AC?’ Pak Dirjen bilang gitu, terus saya jawabkan, 'bener pak? Oh ya maulah pak, kata saya kan. Tiga hari berselang langsung direalisisikan,” tutur Haiva kepada Infonitas.com di Halaman Kantor Pemkot Bekasi, Jalan Jenderal A Yani, Bekasi Selatan, Senin (15/5/2017).
Dia melanjutkan, tujuan utama dijadikan angkot miliknya ber-AC untuk memicu pemilik angkot lain agar menerapkan konsep yang sama agar dapat bersaing.
"Sejauh ini sudah ada yang minat, bilang ke saya 'wah enak ya mobilnya ber-AC, nanti saya enggak mau kalah dong'. Itu sudah memancingkan artinya memancing buat pemilik angkot lain bersaing memiliki fasilitas AC di mobilnya," kata dia.
Namun kata dia untuk biaya modifikasi belum tentu menghabiskan biaya sebesar Rp 15 Juta, hal itu tergantung bagimana pemilik mau memodifikasi seperti apa.
"Saya habis Rp 15 juta, itu harga yang untuk percontohan. Tapi, kalau yang lain mau pasang AC mungkin akan beda-beda harga, tergantung sejauh mana penambahan fasilitas. Kalau saya kan tambah TV, tape, sama dekorasi interior bangku" kata dia.
Ia mengaku dari empat unit angkotnya, baru satu yang mendapat bantuan. Ia berhatap tiga kendaraan lainnya dapat bantuan memasang AC.
Terkait tarif, sejauh ini memang belum ada peraturan yang menentukan nominal untuk angkot ber-AC. Namun Rosi berharap pemerintah dapat menyesuaikan tarif angkot ber-AC karena biaya operasionalnya berbeda dengan angkot biasa atau non-AC.
" Kalau selama ini ongkos jarak dekat Rp 3.000, kalau boleh naik jadi Rp 4.000," katanya. Alasannya, karena biaya bahan bakar pasti lebih banyak termasuk biaya perawatan AC dan mobil.
"Untuk tarif pinginnya naik, karena kebutuhan bahan bakar kan akan nambah. Enggak mungkinlah pemerintah malah ngerugiin yang sudah bermodal, di pasangin fasilitas AC tarifnya tetep sama aja," pungkasnya.
Menangapi hal itu, Kadishub Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan besaran tatif bari angkot ber AC karena bahan bakar akan lebih mahal.


