7 Gejala Dan Penyebab Masalah Pada Mesin Mobil Berteknologi Injeksi
Artikel ini terinspirasi saat mobil saya mengalami kerusakan pada system injeksi nya. Dulu sih pernah belajar tentang otomotif yang berstandar manual dan analog. Nah yang kaya gini nih baru nyobain pake mobil yang mesinnya injeksi, irit sih perawatan bulanannya, tapi kalo udah rusak gak bisa dibetulin tanpa teknologi komputer. Setelah mengalami kerusakan dan mengeluarkan biaya yang mahal untuk perbaikan, saya berniat mempelajari mesin injeksi pada mobil. Kenali dulu masalahnya baru ambil tindakan.
Okeh, mari kawula muda kita Kenali dulu masalahnya baru ambil tindakan
Biasanya di mobil yang mesinnya injeksi (EFI) pasti terdapat indikator Check Engine di panel dashboardnya. Kalo anda lihat lampu indikator tersebut tetap menyala meskipun mesin sudah hidup, wah-wah… hati-hati saudara2 karna itu menandakan adanya masalah pada mesin atau sistem pendukung lainnya.
Kadang gak ngaruh juga Bengkel Resmi atau Non-Resmi pun bisa aja salah dalam mendiagnosa masalah pada mesin kita, hal ini membuat membengkakan biaya yang dikeluarkan akibat dari pergantian komponen yang tidak tepat, bahkan terkesan tebak-tebakan aja, Akhirnya bikin kantong kebobolan.
Semoga Artikel ini Berguna
Berikut Adalah 7 Gejala dan Penyebab Masalahnya Versi Ototrans2000
1. Indikator Penunjuk
Gejala : Bunyi tik-tik-tik dari mesin:
- Setelan klep (valve) yang tidak tepat (terlalu renggang)
- Hydraulic Valve Adjuster bermasalah
- Lobes pada CamShaft sudah ada yang rusak
- Rocker Arm bermasalah
- Pemakaian oli yang tidak tepat / tidak cocok
Gejala : Lampu OIL Pressure menyala saat mesin hidup:
- Jumlah oli pada mesin kurang, atau oli tidak cocok.
- Sensor tekanan oli bermasalah
- Pompa oli bermasalah
- Panas yang berlebihan di dalam mesin
- Katup Oil Pressure Relief rusak
- Filter Oli bermasalah
- Saringan oli pada ruang karter kotor/mampet.
2. Throttle Position Sensor
Gejala : Mesin tidak dapat berputar ketika dicoba dihidupkan:
- Terminal Accu kendur atau korosi
- Tegangan Accu kurang atau accu rusak/mati
- Jalur kelistrikan untuk Starter terputus
- Kunci Kontak bermasalah
- Motor starter bermasalah
- Gigi motor starter atau FlyWheel ada yang patah
- Saluran Ground/Negatif Accu ke Mesin terganggu/lepas.
3. Oil Pressure Sensor
Terdengar suara mendesis pada mesin:
- Kebocoran pada inlet manifold atau gasket throttle body
- Kebocoran pada gasket Exhaust Manifold
- Kebocoran selang vacuum
- Kebocoran pada gasket Cylinder Head (robek/terbakar/patah)
Sumber : www.saft7.com – automotive tips and sharing
4. Ignition Coil
Mesin berguncang (stall):
- Kebocoran Vacuum di karburator, throttle body, intake manifold atau selang-selang vacuum lainnya.
- Filter bensin mampet
- Fuel Pump bermasalah, supply dan tekanan bensin rendah
- Ventilasi tangki bensin tersumbat atau pipa/saluran bensin tersumbat/terjepit
- Karburator bermasalah
- Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.
5. Kabel Grounding pada EFI
Mesin tetap hidup sekalipun kunci kontak sudah dimatikan:
- Terlalu banyak tumpukan karbon pada ruang bakar (silinder)
- Mesin terlalu lama dijalankan pada suhu yang tinggi.
- Solenoid Karburator bermasalah
- Kunci kontak bermasalah
Mesin ngelitik saat akselerasi / menanjak:
- Timing pengapian tidak tepat
- Masalah pada sistem pengapian
- Busi rusak/ gap busi tidak tepat
- Salah pakai jenis bensin (oktan terlalu rendah)
- Terlalu banyak tumpukan karbon pada ruang bakar (silinder)
- Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
- Karburator bermasalah
- Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.
[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]
6.Fuel Injector
Mesin dapat berputar, tapi tidak mau hidup:
- Bensin habis/kosong
- Accu soak (mesin berputar sangat pelan)
- Kabel Accu kendur/korosi
- Komponen pengapian bermasalah
- Jalur kelistrikan untuk pengapian terganggu/lepas/rusak
- Busi rusak atau gap busi tidak tepat
- Choke bermasalah
- Sistem penyaluran bahan bakar (Fuel Injection) bermasalah
- Masalah mekanik (sensor kruk as rusak, timing belt putus, dll)
7. Penyebab Terakhir adalah menggunakan teknologi canggih injeksi tanpa mempelajari detail teknologinya.
Alat Scan deteksi masalah, tinggal colok ke panel kabel ECU dan lihat indikator sistem injeksi nya…, indikator akan mengkonversi pembacaan masalah yang dikirim oleh ECU dalam bentuk bilangan binner menjadi bahasa yang mudah dipahami.
Software dan kabel connector untuk ke PC atau Laptop sebagai media scanning pendeteksi masalah pada ECU.
Naaahh…. itulah sekilas tentang mengenal masalah pada mesin berteknologi injeksi agar tidak salah dalam penanganannya.








